Dokumentasi Ijtihad Aqiqah

Halo Sahabat Ijtihad Aqiqah,
Yuk mengenal lebih dalam lagi makna Aqiqah yang di diajarkan Rasulullah SAW kepada umat islam...

Makna Aqiqah


Kata Aqiqah berasal dari kata Al-Aqqu yang berarti memotong (Al-Qoth’u). Al-Ashmu’I berpendapat: Aqiqah asalnya adalah rambut di kepala anak yang baru lahir. Kambing yang dipotong disebut aqiqah karena rambut anak tersebut dipotong ketika kambing itu disembelih.

Dalam pelaksanaan aqiqah disunahkan untuk memotong dua ekor kambing yang seimbang untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan.

Dari Ummi Kurz Al-Kabiyyah  Ra, ia berkata:
Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:
“Bagi anak laki-laki dua ekor kambing yang sama, sedangkan bagi anak  perempuan satu ekor kambing”. (HR.Tirmidzy dan Ahmad)


Aqiqah Yang Sesuai Dengan Sunnah

Penyembelihan Hewan Aqiqah

Pelaksanaan aqiqah menurut kesepakatan para ulama adalah hari ketujuh dari kelahiran. Hal ini berdasarkan hadits Samirah di mana Nabi SAW bersabda,

“Seorang anak terikat dengan aqiqahnya. Ia disembelihkan aqiqah pada hari ketujuh dan diberi nama”. (HR. al-Tirmidzi).

Namun demikian, apabila terlewat dan tidak bisa dilaksanakan pada hari ketujuh, ia bisa dilaksanakan pada hari ke-14. Dan jika tidak juga, maka pada hari ke-21 atau kapan saja ia mampu. Imam Malik berkata :

Pada dzohirnya bahwa keterikatannya pada hari ke 7 (tujuh) atas dasar anjuran, maka sekiranya menyembelih pada hari ke 4 (empat) ke 8 (delapan), ke 10 (sepuluh) atau setelahnya Aqiqah itu telah cukup.

Karena prinsip ajaran Islam adalah memudahkan bukan menyulitkan sebagaimana firman Allah SWT:

“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”. 
(QS.Al Baqarah:185)




Info Aqiqah hubungi kami: 087873797537 (Hasby) WhatsApp atau Klik disini